Kabar Desa


Kabar Desa Detail

Petani Poktan Margiutomo Waswas Gagal Panen karena Serangan Wereng Terus Meluas

Serangan hama wereng di wilayah Mojoagung menjadikan petani kebingungan. Khawatir kerusakan terus meluas, sebagian petani memilih memajukan masa panen.

Salah satunya dilakukan Solikhin Ketua Poktan setempat, Rabu (2/2/2022) kemarin. Tanaman padi dengan luasan mencapai sekitar 2.000 meter persegi miliknya kondisinya sudah banyak yang rusak akibat serangan hama wereng. ”Kemarin hanya per spot, sekarang serangannya semakin meluas,” bebernya.

Sebelum memutuskan panen, Solikhin sempat kebingungan. Pasalnya, umur tanaman padinya sebenarnya belum tepat dipanen. ”Ini usianya sekarang 67 hari, harusnya kurang 23 hari lagi baru panen,” kata Solikhin.

Sembari menunjukkan komunitas wereng yang menyerang padinya, dikatakan sejak tumbuh bulir serangan wereng sudah terlihat. Beberapa bagian bulir tak tumbuh normal. ”Sudah dikasih obat tapi masih banyak yang kena. Kalau tidak langsung dipanen, bisa habis. Apalagi kalau sudah kering begini pasti lebih susah,” imbuh dia.

Hampir seluruh padi di wilayah setempat terserang hama itu. Upaya pengendalian dengan penyemprotan tak sekali dilakukan. Hanya saja dirasa masih belum membuahkan hasil maksimal. ”Baru dua hari lalu banyak yang roboh kena angin. Kalau dibiarkan akan semakin parah. Padinya semakin cepat rusak,” sambung Solikhin.

Karena itu, kekhawatiran akan gagal panen membuat dia memilih panen lebih awal. ”Kelamaan kalau harus nunggu usia 100 hari, jelas sudah habis kena wereng,” tutur lelaki usia 45 tahun ini.

Menurutnya, melihat kondisi padi dirasa sulit bisa balik modal. Bahkan kemungkinan terburuk bisa merugi. ”Untuk operasional tidak sesuai dengan yang didapat, banon 400 ini lebih dari Rp 4 juta itu tenaga orang. Belum untuk obat dan pupuk kemarin,” kata Solikhin.

Senada Sugeng petani lainnya mengakui, serangan hama wereng di wilayah setempat menggila. Petani harus waspada dengan serangan itu. Mengingat hampir sebagian padi yang terserang dipanen lebih awal. ”Kalau tangganya sudah dipanen, mau tidak mau ya ngasih obat lagi,” sambung Sugeng.

Menurutnya, ketika padi yang terkena serangan dipanen hama akan beralih ke tempat lain. Sehingga, dikhawatirkan serangan akan semakin meluas. ”Makanya ini saya kasih obat, biar werengnya nggak pindah ke sini. Soalnya di samping kan sudah dipanen,” ujar dia.

Admin.


Di postkan pada 2022-02-09 11:02:16 | Artikel Dikunjungi : 101x